7 Perempuan Terkaya Di Dunia Berkat Teknologi

Teknologi memang identik dengan kaum adam, tapi tidak tidak mungkin pula digeluti oleh kaum hawa. Bahkan tidak sedikit perempuan yang menjadi kaya raya berkat teknologi. Mungkin diantara Anda ada yang pernah memakai situs mikroblogging Pownce. Siapa sangka dibalik situs tersebut ada sosok Leah Culver, perempuan berusia 29 tahun sebagai sang programmer.

Leah Culver hanya salah satu pola dari banyak perempuan didunia yang sukses alasannya yaitu menggeluti bidang teknologi. Kita juga pernah mendengar dongeng Linda Ikeji, perempuan asal Nigeria yang menghasilkan miliaran rupiah dari hanya menjalankan sebuah blog gratisan.

(Baca: Wanita Ini Berpenghasilan Rp70 Miliar dari Blog Gratisan)

Nah… pada kesempatan ini, BloGooblok akan menyebarkan lagi satu gosip yang menarik. Jika sebelumnya telah dibahas 10 sosok anak muda yang kaya raya berkat teknologi, kali ini kita akan membahas tujuh sosok perempuan luar biasa yang mengasilkan harta kekayaan dari teknologi.

(Baca: 10 Anak Muda Terkaya di 2015 Berkat Teknologi)

Daftar ini diambil dari daftar orang terkaya Forbes 2015 yang khusus membahas orang-orang berpenghasilan besar dari teknologi. Berikut daftarnya:

1. Laurene Powell Jobs & Keluarga
Mendengar kata Jobs dibelakang namanya, mungkin semua sudah menebak, perempuan yang satu ini ada kaitannya dengan Steve Jobs sang pencipta Apple. Yah, Laurene Powell Jobs yaitu janda mendiang Steve Jobs. Ia dinobatkan sebagai perempuan terkaya di dunia versi majalah Forbes.

Harta kekayaan Laurene mencapai USD 21,4 miliar Amerika atau setara dengan IDR 314.7 triliun. Dengan kekayaan sebesar itu, Laurene kemudian dinobatkan sebagai perempuan terkaya di dunia berkat teknologi. Ia menempati posisi ke 9 dari daftar 100 orang terkaya di dunia.

Selain duduk di tanduk kepemimpinan Apple, Laurene juga tercatat sebagai pendiri Emerson Collective. Sebuah organisasi kewirausahawan yang mendorong terciptanya reformasi sosial dan membantu banyak pelajar yang kurang mampu. Pada September 2015, Laurene menggelontorkan dana sekitar USD 50 juta untuk mendanai kegiatan “XQ: The Super School Project”. Program ini bertujuan merancang sistem pendidikan dengan spesifikasi tinggi.

Selain dari saham yang dimilikinya di Apple, Laurene juga mewarisi 7,7 persen saham Pixar yang dibeli oleh Disney dari tangan Steve Jobs. Tidak hanya hingga disitu, ia juga tercatat sebagai anggota utama dalam startup Ozy Media. Wah… perempuan ini benar-benar kaya raya.

2. Zhou Qunfei
Perempuan terkaya nomor dua di dunia berkat teknologi yaitu Zhou Qunfei. Perempuan asal negeri tirai bambu ini bahkan kaya raya dari karyanya sendiri. Ia dengan keuletannya kemudian bisa masuk ke daftar perempuan terkaya versi Forbes. Dalam daftar 100 itu, Zhou berada di urutan ke 30.

Baca Juga  Rekomendasi Kuliner Bandung Yang Murah Tapi Nikmat

Total harta kekayaan perempuan yang satu ini mencapai USD 7,5 miliar atau IDR 110.3 triliun.

Kisah hidup Zhou mungkin tidak semudah miliarder perempuan lainnya. Ia semenjak kecil terbiasa dengan hidup miskin. Ibunya meninggal dikala usianya gres menginjak 5 tahun. Saat remaja, untuk mengurangi biaya hidup ia harus bekerja sebagai buruh di pabrik di Provinso Guangdong China.

Dari pabrik tempatnya bekerja itulah ia menikah dengan salah satu rekan kerjanya. Yang kemudian merintis bisnis pembuatan kaca. Awalnya, ia hanya memproduksi beling untuk jam tangan. Namun kemudian berkembang dan mendirikan Lens Technology. Usahanya terus berkembang berkat dua raksasa teknologi memakai jasanya, yakni Apple dan Samsung.

Mereka kemudian memproduksi cover beling untuk smartphone, tablet dan laptop. Usaha inilah yang mengantarnya meraih kesuksesan besar. Perempuan berusia 45 tahun ini juga menempatkan suaminya sebagai salah satu unsur pimpinan dalam perusahannya.

3. Dagmar Dolby & Keluarga
Jika Anda pernah menonton biosko, niscaya tidak ajaib lagi dengan teknologi Dolby. Yah, inilah sosok dibalik kesuksesan bisnis audio Dolby, Dagmar Dolby. Perempuan berusia 74 tahun ini bersama suaminya Ray Dolby di tahun 1965 mendirikan perusahaan berjulukan Dolby Laboratories.

Perusahaan ini di 2015 telah untung hingga USD 3 miliar Amerika atau IDR 43.9 triliun rupiah. Dengan uang sebanyak itu, Dagma lantas dinobatkan sebagai perempuan terkaya ketiga dari bidang teknologi oleh Forbes.

Perusahaan yang mempelopori bisnis surround sound ini pun terus berkembang. Bahkan bisnis yang banyak dipakai untuk produksi film-film ini telah berubah menjadi menjadi bisnis keluarga yang menjanjikan. Walau Ray, suaminya dikala ini tengah sakit Alzheimer, Dagma tetap eksis mengembangkan Dolby.

Tidak hanya terfokus pada produksi surround sound, Dolby kemudian bertransformasi ke bisnis  home entertainment, video games dan mobile devices. Tidak sedikit perangkat mobile yang kemudian mengajak Dolby untuk kerja sama.

Perempuan lulusan Universitas Heidelberg Jerman ini tidak hanya fokus mengembangkan bisnis. Selain mengangkat anaknya untuk posisi-posisi menjanjikan dalam perusahaan, ia juga aktif melaksanakan agresi sosial. Baru-baru ini ia menyumbang USD 20 juta Amerika di University of California, San Francisco untuk pengembangan psikiatri. Ia juga telah mendonorkan uangnya ke  California Pacific Medical Center dan Asosiasi Alzheimer untuk meneliti penyakit tersebut. Sungguh luar biasa.

Baca Juga  Cara Mendapat Penghasilan Dari Facebook Atau Twitter

4. Denise Coates
Perempuan beranak 4 ini mungkin satu-satunya perempuan terkaya di dunia yang akibatnya dari perjudian. Yah, ialah orang dibalik Bet365.com situs judi online terbesar di dunia. Harta kekayaan Denise dihasilkan dari kepemilikannya dalam situs tersebut sebesar 50 persen, 25 persen lainnya dimiliki oleh kakaknya John Coates.

Awalnya Denise hanyalah seorang kasir untuk daerah judi yang dimiliki oleh ayahnya. Kemudian pada tahun 2000, abang beradik ini membeli domain Bet365 dan meluncurkannya di 2001. Awalnya mereka dijauhi oleh investor alasannya yaitu segmennya yang tidak biasa, namun kemudian bisnis ini berkembang dan menghasilkan banyak keuntungan.

Situs yang dikelola perempuan ini merupakan situs judi terbesar di dunia dengan pemain-pemain suksesnya lebih banyak tiba dari China. Perjudian yang dilakukan situs ini sebagian besar yaitu ilegal. Bapaknya, punya saham sebagian dari Stoke City Football Club. Namun tidak pernah untung.

Harta Denise dari bisnis judi online ini mencapai USD 2,9 miliar Amerika atau setara dengan IDR 42.6 triliun rupiah.

5. Judy Faulkner
Inilah programer perempuan pertama yang menjadi kaya raya di daftar 100 orang terkaya di dunia. Judy Faulkner merupakan pendiri perusahaan Epic Systems. Perempuan 72 tahun dengan tiga anak ini yaitu programer handal yang lebih banyak menciptakan aplikasi untuk sektor kesehatan.

Kekayaannya mencapai USD 2,6 miliar atau setara dengan IDR 38.2 triliun rupiah. Dengan uang sebesar itu, Forbes kemudian menempatkannya di urutan ke-80 orang terkaya dari teknologi dan urutan ke 5 sebagai perempuan berharta banyak.

Perangkat lunak yang dibentuk Judy telah banyak dipakai oleh perusahaan medis di Amerika. Salah satunya  Cleveland Clinic, Mayo Clinic dan Johns Hopkins. Aplikasi yang dibentuk Judy telah banyak membantu orang-orang untuk mendiaknosis penyakitnya.

Walau terbilang kaya raya, Judy tidak lantas berbangga diri. Ia kemudian menyumbangkan sebagian hartanya kepada forum sosial untuk dipakai dengan baik. Ia berkata, sudah bosan dengan hidup boros dan ingin membagi sebagian hartanya kepada orang yang tidak mampu. Oh… sungguh mulia dikau Judy.

6. Eva Maria Bucher-Haefner
Eva mungkin salah satu perempuan paling beruntung didunia. Ia menjadi kaya raya dan masuk daftar 100 orang terkaya berkat teknologi oleh majalah Forbes alasannya yaitu harta warisan keluarganya. Eva yaitu anak mendiang Walter Haefner, pendiri  perusahaan IT terkemuka di dunia dan perangkat lunak berjulukan Computer Associates (CA).

Walter yang meninggal dunia di usia 101 tahun pada 2012 lalu, mempercayakan Eva untuk menguasai 28 persen saham pada perusahaan tersebut. Dari warisan inilah, Eva kemudian bisa mengantongi harta kekayaan hingga mencapai USD 2,5 miliar Amerika atau IDR 36.7 triliun rupiah.

Baca Juga  Cara Menambahkan Admin Dan Penulis Gres Di Blog

Selain mewarisi perusahaan yang didirikan semenjak 1970 tersebut, Eva juga menjadi pewaris pada dealer kendaraan beroda empat AMAG. Dealer kendaraan beroda empat ini menjadi penjual resmi kendaraan beroda empat merek Volkswagen, Audi, Bentley dan Porsche. Selain Eva, kakaknya Martin Haefner juga merupakan salah satu miliarder alasannya yaitu harta warisan dari ayahnya.

7. Meg Whitman
Perempuan berusia 59 tahun ini terbilang tangguh dan hebat. Ia yaitu CEO dari perusahaan komputer terkemuka Hewlett-Packard (HP) dan situs lelang terbesar di dunia, eBay. Harta kekayaan Whitman lebih banyak dihasilkan dari eBay yang telah ia jalankan selama satu dekade terakhir.

Pada 1 November mendatang Whitman akan menduduki jabatan gres di HP khusus untuk perangkat lunak dan layanan. Tahun ini, perusahaan yang dipimpinnya itu akan mencatat sejarah gres penghasilan sebesar USD 111 miliar atau setara dengan IDR 1632 triliun.

Selain dua perusahaan diatas, ibu beranak dua ini juga telah membeli Voltage Security, penyedia keamanan data dan ConteXtream, perangkat lunak berbasis cloud dengan harga yang tidak diungkapkan.

Lulusan Harvard University ini memimpin HP semenjak 2011 kemudian sehabis sebelumnya sederet prestasi ia torehkan di Hasbro, Walt Disney Co dan Bain & Co. Perusahaan-perusahaan ini telah memakai jasa Whitman dengan laba yang cukup besar. Good job Whitman!

Itulah 7 perempuan dengan kekayaan luar biasa di dunia. Banyak diantara mereka meraih kesuksesan bukan dengan cara yang mudah. Dengan kerja keras dan fokus pada apa yang mereka inginkan, telah mengantarkan ketujuh perempuan ini meraih kesuksesan yang luar biasa.

(Baca Juga: Ini 10 Bloggers Murni Berpenghasilan Terbesar di Dunia)

Memang jumlah perempuan dengan harta berlimpah dari sektor teknologi tidak sebanyak kaum Adam. Tapi kenyataan ini menjadikan presepsi lain, bahwa siapapun bisa sukses asal mau bekerja keras. Semoga kita bisa mengambil pelajar dari dongeng ketujuh perempuan diatas.

Semoga menginspirasi dan Jangan Lupa Bahagia!
+Wisa Rahardi

Posted in: