CARA MEMBUAT ARTIKEL DI WEBSITE ATAU BLOG part III

Artikel anda tidak akan dibaca kata-per-kata, lakukan ini untuk mengakali

Saya tadi sempat bilang ini:

Artikel di website beda dengan buku.

Saat baca buku atau koran atau majalah, kita memang sedang ingin fokus membaca.

Di internet tidak demikian.

Di internet, orang-orang ingin bergerak dengan cepat dari website A ke website B. Maka mereka tidak akan membaca artikel kata per kata.

Anda pun juga pasti sudah melewati sebagian besar tulisan di atas.

Ini wajar.

Pola pembaca ini diberi nama F-shaped pattern, karena seperti huruf F.

Jadi mereka melakukan scanning secara vertikal, kemudian ketika menemukan kalimat yang menarik barulah mereka membaca secara horizontal.

Gambar berikut ini didapatkan dari penelitian menggunakan alat pelacak gerakan mata ketika membaca konten di website.

Seperti terlihat dalam gambar, sebagian besar orang hanya membaca lengkap di bagian atas. Semakin ke bawah, semakin sedikit yang mereka baca.
Seperti huruf F kan?
Sebagai penulis, kita ingin meminimalisir yang seperti ini.
Kita ingin supaya mereka membaca selama mungkin.
Alasannya penting:
Semakin lama mereka menghabiskan waktu di website anda, maka akan tercipta “ikatan” yang kuat antara anda dengan pembaca.
Pembaca akan semakin “cinta” dengan anda dan tulisan anda.
Untuk itu, ada 2 cara untuk mengakali.
Jangan ikuti saran dari guru Bahasa Indonesia
Sebuah paragraf sebaiknya terdiri dari minimal 5 kalimat dan harus mengandung sebuah ide pokok. Kalau tidak, saya beri nilai nol.
Itu waktu di sekolah.
Ini tidak bagus untuk artikel di website.
Kenapa?
Karena paragraf yang berisi terlalu banyak tulisan akan membuat mata lelah.
Karena itulah sebaiknya satu paragraf untuk artikel website maksimal 3-4 baris (bukan kalimat), dengan panjang horizontal tidak lebih dari 20 kata.
Selain paragraf singkat, anda juga bisa menggunakan subheader untuk memotong atar bagian supaya artikel anda jadi lebih “ringan”.
Lihat gambar ini sebagai perbandingan:
Lebih enak mana, baca yang kiri atau yang kanan?
Yang kanan, pasti.
Terapkan inverted-pyramid (piramida terbalik)
Mulai nulis itu susah.
Apa yang ditulis duluan? Apa selanjutnya? Apakah ini perlu dibahas atau tidak?
Bingung.
Untungnya, ada suatu metode yang bisa memperjelas kebingungan anda.
Metode piramida terbalik.
Metode ini sering digunakan oleh jurnalis untuk membuat berita yang menarik untuk dibaca.
Teknik ini akan kita manfaatkan.
Kira-kira seperti ini:
Bagian atas (depan) artikel harus mengandung gambaran utama dari artikel anda dan alasan mengapa mereka harus membaca artikel tersebut lebih lanjut.
Paham maksudnya?
Jadi di bagian awal artikel mesti ada suatu informasi berupa “manfaat” dan “iming-iming” supaya pembaca mau melanjutkan membaca sampai habis.
Lalu di tengah artikel kita jelaskan lebih lanjut detailnya.
Butuh contoh?
Coba scroll sedikit ke atas ke awal bagian metode ini.
Di awal saya menjelaskan bahwa metode ini bisa membantu anda mengatasi kebingungan dan bisa digunakan untuk membuat artikel yang menarik.
Itu manfaat dan iming-imingnya.
Dengan demikian akan semakin banyak pembaca yang akan melanjutkan membaca sampai akhir.

Baca Juga  SAVE ANAK TAHUN 90 AN

Tinggalkan Balasan