CONTOH SISTEM PAKAR INDEKS PRESTASI DOSEN



Ada beragam opini tentang IPD, baik dari mhs ataupun dari dosen itu sendiri. Pernah beberapa mhs menyampaikan, kalo IPD itu harus diisi dengan jawaban A dan B saja, supaya nilai MK nya juga bagus. Ini dikarenakan, ada dosen yang senang karena IPD nya bagus sehingga murah kasih nilai ke mhs. Ada juga mhs yang nilai MK nya jelek-jelek se kelas, gara-gara ngisi kuisioner IPD nya gak banyak yang A dan B. Maklum aja, dosen mana sih yang mau dijelek-jelekin sama mahasiswanya:)
Tapi terlepas dari 2 kasus di atas, menurut saya umumnya mhs mengisi kuisioner IPD tanpa ada niatan macem-macem. Wis pokok ngisi, habis perkara. Ini disebabkan, meski IPD bagus ataupun buruk, juga gak akan ngefek ke mhs. Apa benar seperti itu?
Setahu saya sih ya benar. Karena saya belum pernah tau, ada dosen yang dipunishment gara-gara IPD nya di bawah rata-rata. Jadi meski IPD baik ataupun buruk, ya semester depan tetap ngajar dengan cara yang sama. Toh siapa yang berani mempunish dosen??? Wong dosen itu independent di atas segalanya kok:)

_____________________________________________________________
Link Terkait

_____________________________________________________________



Lha trus buat apa ada IPD? Mungkin sekedar dibuat “penggelitik” nurani masing-masing dosen, siapa tau dengan IPD itu dosen bisa “sadar” sehingga akan selalu memperbaiki cara mengajarnya dari semester ke semester. Tapi siapa yang tahu???
Nah itu Cuma sepintas aja tentang kenapa harus ada indeks prestasi dosen, ini bisa anda coba sebagai sistem pakar.
Langsung aja deh download:

Klik disini

Baca Juga  Cara Semoga Sobat Tidak Tahu Jikalau Kita Sudah Membaca Status (Stories) Whatsapp Miliknya

2 Comments

Tinggalkan Balasan